Tuesday, February 26, 2013

Mitos Dan Fakta: Setiap Bersin Degup Jantung Berhenti?

Terdapat anggapan bahwa setiap manusia bersin, maka kerja jantung pun berhenti. Apakah benar demikian? Kenyataanya, penelitian medis tidak menemukan fakta tersebut.

Seringkali, detak jantung berubah ketika seseorang bersin, namun bukan berarti berhenti bekerja sama sekali. Kemungkinan, banyak orang merasa demikian akibat bersin yang keras sekali, sehingga seolah jantung tak berdetak. Yang benar adalah, kerja jantung melambat akibat hentakan tubuh terhadap bersin yang ditimbulkan.

[imagetag]

Bersin sebenarnya adalah pengeluaran udara lewat hidung karena gangguan partikel-partikel dari luar, atau reaksi tubuh terhadap distraksi pada saluran pernapasan. Bersin merupakan reaksi penyesuaian untuk menyingkirkan ingus yang mengandung partikel atau gangguan asing dan membersihkan rongga hidung.

Bersin merupakan semburan udara yang bisa mencapai kecepatan 70 m/detik (250 km/jam). Bersin juga dapat menyebarkan penyakit lewat butir-butir air yang terinfeksi yang diameternya antara 0,5 hingga 5 =C2=B5m. Sekitar 40.000 butir air seperti itu dapat dihasilkan dalam satu kali bersin.

Banyak mitos lain yang beredar seputar bersin. Pada beberapa kepercayaan, orang akan mengatakan "Bless you!" saat melihat orang lain di dekatnya bersin. Kebiasaan ini rupanya berkembang sejak abad pertengahan, karena orang percaya bahwa di saat bersin jiwa seseorang melayang lewat hidungnya, dan kata-kata seperti "bless you" akan mencegah iblis mengambil jiwa orang tersebut. Sementara sebagian orang lainnya percaya kebalikannya, bahwa saat bersin, iblis mencari celah untuk memasuki tubuh orang bersin itu.

Ada lagi kepercayaan lain seputar bersin. Begini kisahnya...

Pada 400 SM jenderal Athena Xenofon memberikan pidato dramatis yang mengimbau anggota-anggota pasukannya untuk mengikutinya menuju kemerdekaan atau mati dalam menghadapi tentara Persia.

Ia berbicara selama satu jam berusaha memotivasi pasukannya dan meyakinkan bahwa mereka akan kembali dengan selamat ke Athena, sampai seorang tentaranya menggarisbawahi kesimpulannya dengan sebuah bersin. Karena yakin bahwa bersin ini adalah tanda dari dewata bahwa mereka berkenan atas pasukan Athena, maka tentara-tentara itu memberi hormat kepada Xenofon dan mengikuti perintahnya.

Lain lagi kepercayaan yang berkembang di negara-negara Eropa Timur. Di Hongaria, Slowakia dan Slovenia dan beberapa negara Timur Tengah bersin yang terjadi setelah seseorang membuat pernyataan kadang-kadang ditafsirkan sebagai konfirmasi dari Tuhan bahwa pernyataan itu benar.

Nah, kalau di Jepang, bersin merupakan pertanda ada orang lain atau seseorang yang berada jauh daripadanya yang membicarakannya atau menjelek-jelekkannya di belakangnya.

Sementara di India, orang yang bersin berarti mengingat atau diingat oleh orang yang disayanginya. Kebanyakan orang India menganggap bersin sebagai sesuatu yang sehat. Tidak bisa bersin adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di beberapa daerah terdapat keyakinan bila bersin di saat akan pergi ke suatu tempat sebaiknya dibatalkan, atau menunggu beberapa saat hingga hidung sudah tidak bersin lagi, barulah pergi. Kalau dilanggar, bisa mendapat kecelekaan.

Sumber

#98fcde
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

IDEGUE NEWS

BERITA TERBARU

Blog archive

Fans idegue network

Followers

 

Idegue network Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger